CARA PRODUKSI MAKANAN YANG BAIK CPMB PDF

Embed Size px x x x x Good Manufacturing Practices GMP atau Cara Produksi Makanan yang Baik CPMB merupakan suatu pedoman cara memproduksi makanan dengan tujuan agar produsen memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk makanan bermutu sesuai dengan tuntutan konsumen. Selain itu aturan, peraturan mengenai GMP dalam bentuk aturan. Seiring dengan perkembangan jaman, definisi untuk produk pangan yang bermutu tidak dinilai sebatas mutunya saja, namun juga mulai dituntut masalah kandungan gizi, nutrisi, kesehatan, dan keamanan pangannya. Dengan demikian, aturan mengenai GMP pun terus dikembangkan oleh produsen pangan dan sekarang pun telah dipergunakan sebagai persyaratan dasar prerequisites dalam aplikasi sistem HACCP atau sistem keamanan pangan.

Author:Meztill Malagul
Country:Belgium
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):26 March 2010
Pages:32
PDF File Size:2.65 Mb
ePub File Size:6.28 Mb
ISBN:199-2-83229-283-4
Downloads:74163
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kilmaran



Embed Size px x x x x Good Manufacturing Practices GMP atau Cara Produksi Makanan yang Baik CPMB merupakan suatu pedoman cara memproduksi makanan dengan tujuan agar produsen memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk makanan bermutu sesuai dengan tuntutan konsumen. Selain itu aturan, peraturan mengenai GMP dalam bentuk aturan. Seiring dengan perkembangan jaman, definisi untuk produk pangan yang bermutu tidak dinilai sebatas mutunya saja, namun juga mulai dituntut masalah kandungan gizi, nutrisi, kesehatan, dan keamanan pangannya.

Dengan demikian, aturan mengenai GMP pun terus dikembangkan oleh produsen pangan dan sekarang pun telah dipergunakan sebagai persyaratan dasar prerequisites dalam aplikasi sistem HACCP atau sistem keamanan pangan. Jadi, GMP merupakan program penunjang keberhasilan dalam implementasi sistem HACCP sehingga produk pangan yang dihasilkan benar-benar bermutu dan sesuai dengan tuntutan konsumen, tidak hanya didalam akan tetapi juga di luar negeri.

Dasar Hukum. PP No. Permenperin No. Aspek-aspek dalam Good Manufacturing PracticesSecara umum, peraturan GMP terdiri dari desain dan konstruksi higienis untuk pengolahan produk makanan, desain dan konstruksi higienis untuk peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan, pembersihan dan desinfeksi peralatan, pemilihan bahan baku dan kondisi yang baik, pelatihan dan higienitas pekerja serta dokumentasi yang tepat.

Cara produksi makanan yang baik atau GMP terdiri dari beberapa aspek yang saling berkaitan dan berpengaruh langsung terhadap produk yang diolah dan dihasilkan. Komponen dasar tersebut sebagai berikut :. Bangunan PabrikKonstruksi bangunan pabrik yang hygienis sangatlah penting untuk mendapat perhatian khusus.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang suatu pabrik makanan adalah :a. Pemilihan lokasi. Pemilihan lokasi pabrik berpengaruh pada mutu dan kualitas produk yang dihasilkan. Pabrik makanan sebaiknya jauh dari pabrik lain yang memproduksi bahan-bahan kimia atau produk lain yang berbahaya karena limbah yang dihasilkan secara tidak langsung mencemari produk pangan.

Tata letak pabrikTata letak pabrik termasuk jarak dengan bahan baku yang akan digunakan juga harus menjadi pertimbangan. Misalnya industri pengalengan ikan, akan lebih baik berada dekat dengan pelabuhan atau pasar ikan. Hal ini berkaitan dengan kualitas bahan baku yang digunakan.

Bahan-bahan yang rentan bahaya mikrobiologis lebih baik ditempatkan terpisah dari produk yang diproses maupun produk yang telah jadi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang antara produk dengan bahan baku.

Alat yang digunakan untuk bahan mentah harus dibedakan dengan alat yang digunakan pada produk setengah jadi atau telah jadi. Desain dan rancang bangun. Diperlukan untuk mencegah atau meminimalisasi kontaminasi silang yang dapat terjadi pada produk. Beberapa aspek yg harus dipertimbangkan :1 Pemantauan terhadap faktor luar yg memengaruhi hasil produk. Komitmen manajemen untuk menghasilkan makanan yang bermutu dan aman dikonsumsi merupakan satu kunci yang dapat menghantarkan suatu industri pangan untuk mencapai tujuan mereka.

Dalam penerapan sistem manajemen modern yang mengandalkan kekuatan data, komitmen manajemen umumnya dinyatakan dalam bentuk dokumen pernyataan.

Sistem manajemen perusahaan yang dikendalikan didalam GMP dapat dikelompokkan menjadi komitmen manajemen, pengelolaan sumber daya, operasional, pemantauan dan evaluasi, serta peningkatan sistem. Bergeraknya sistem manajemen keamanan pangan harus diawali dengan suatu itikad baik dari pimpinan tertinggi perusahaan dan ditunjukkan juga dengan pembentukan tim khusus yang ditugaskan untuk mengoperasikan kegiatan pengelolaan sistem manajemen keamanan pangan.

Manajemen sumber daya meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, fasilitas, infrastruktur, informasi, hingga dana.

Pengelolaan sumber daya tersebut disesuaikan dengan fungsi organisasi yang terlibat. Pengelolaan sumber daya manusia SDM didalam penerapan sistem keamanan pangan meliputi : pemilihan atau rekrutmen SDM, penetapan uraian jabatan, pengaturan pelatihan, sanitasi karyawan dan penyediaan fasilitas sanitasi karyawan. Pengelolaan sumber daya alam seperti air tanah, batu bara, listrik, atau sumber daya galian langsung di dalam perusahaan umumnya berada di bawah kendali departemen teknik atau utilitas.

Pengelolaan pranata dasar dan fasilitas di dalam perusahaan dikendalikan oleh departemen teknik atau departemen umum. Pengaturan terhadap pranata dasar meliputi perawatan dan pengoperasian. Informasi dikendalikan oleh departemen khusus Electronic Data Processing EDP pada industri modern atau departemen khusus yang menyediakan public relation pada industri secara umum. Manajemen operasional sistem manajemen keamanan pangan menjadi tanggung jawab divisi pabrikasi.

Rangkaian kegiatan divisi pabrikasi meliputi perencanaan produksi, produksi, perawatan mesin, dan utilitas pabrik. Seluruh kesatuan proses operasi sistem manajemen keamanan pangan terkonsentrasi dalam divisi produksi.

Proses pemantauannya sendiri menggunakan prinsip inspeksi, pengujian, pengukuran, validasi, internal audit, atau metode lain yang sesuai. Manajemen pemantauan dan evaluasi meliputi aktivitas perencanaan, pangambilan contoh, inspeksi proses, pengujian laboratorium, audit internal, pengendalian alat ukur, tindakan koreksi, analisis statistika, dan tinjauan manajemen. Dimasukkannya sistem manajemen keamanan pangan ke dalam rencana strategis perusahaan akan sangat memungkinkan proses perbaikan dan peningkatan terus dilaksanakan.

Utilitas Pabrik. Unit penunjang seperti utilitas juga sangat diperlukan untuk menjalankan produksi dengan baik. Beberapa hal yang termasuk di dalam unit utilitas tersebut adalah :. Air compressedBeberapa industri pangan menggunakan udara kempa berpotensi kontak langsung dengan produk, misalnya pembersihan botol sebelum dimuat produk, penambahan tekanan pada pengalengan minuman dan pembentukan kemasan plastik.

Listrik di industri digunakan sebagai sumber energi gerak, beberapa di antaranya sebagai pembangkit panas, dan penerangan. Dalam praktik industry, listrik dapat menggunakan dua sumber, yakni aliran yang disediakan oleh pemerintah dan listrik yang menggunakan generator sendiri. Aliran listrik yang disediakan swasta belum popular di Indonesia. Rekaman pasokan listrik adalah bagian dari bukti pengendalian system GMP di Industri. Karena produk makanan adalah produk yang tidak tahan lama, apabila terjadi kerusakan pada mesin, harus segera diambil langkah perbaikannya.

Di samping itu, untuk menghemat waktu harus disediakan pula suku cadangnya. Di dalam pemenuhan terhadap aspek keamanan pangan, peranti dan bahan yang digunakan untuk pemeliharaan alat haruslah memenuhi persyaratan food grade. Pelumas, pelincir, cat, pembersih, dan bahan dasar peralatan secara keseluruhan harus memiliki klasifikasi food grade. Pemeliharaan mesin dan instrumentasi industri harus terjadwal dengan baik, meliputi beberapa aktivitas sebagai berikut:. Pelumasan dan inspeksi rutin;c.

Perbaikan kecil atau penggantian suku cadang;d. Perbaikan menengah;e. Keseluruhan jadwal tersebut disusun untuk mendukung aktivitas produksi dan tetap memerhatikan aspek keamanan pangan. Perusahaan harus memiliki jadwal yang tetap untuk memeriksa jalur pemipaan dan ducting.

Korosivitas, kebocoran, isolasi yang terbuka, penyumbatan, seal, katup, dan pengerakan adalah kejadian yang berpotensi untuk memberikan kontaminasi silang kepada produk. Beberapa jalur pemipaan yang harus selalu diinspeksi adalah.

View 54 Download 2 Category Documents. Latar Belakang Good Manufacturing Practices GMP atau Cara Produksi Makanan yang Baik CPMB merupakan suatu pedoman cara memproduksi makanan dengan tujuan agar produsen memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk makanan bermutu sesuai dengan tuntutan konsumen. Dasar Hukum a. SK Menkes No.

UU No. Komponen dasar tersebut sebagai berikut : 1. Pemilihan lokasi Pemilihan lokasi pabrik berpengaruh pada mutu dan kualitas produk yang dihasilkan.

Tata letak bahan baku Bahan-bahan yang rentan bahaya mikrobiologis lebih baik ditempatkan terpisah dari produk yang diproses maupun produk yang telah jadi. Peralatan Alat yang digunakan untuk bahan mentah harus dibedakan dengan alat yang digunakan pada produk setengah jadi atau telah jadi. Desain dan rancang bangun Diperlukan untuk mencegah atau meminimalisasi kontaminasi silang yang dapat terjadi pada produk.

Beberapa aspek yg harus dipertimbangkan :1 Pemantauan terhadap faktor luar yg memengaruhi hasil produk 2 Ruangan harus ditata sedemikian rupa untuk melancarkan proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi 3 Ketahanan, keutuhan, dan kebersihan dari permukaan bangunan dan fasilitas lantai, dinding, dan langit-langit 4 Pemantauan lingkungan 2. Manajemen Perusahaan Komitmen manajemen untuk menghasilkan makanan yang bermutu dan aman dikonsumsi merupakan satu kunci yang dapat menghantarkan suatu industri pangan untuk mencapai tujuan mereka.

Komitmen Manajemen Bergeraknya sistem manajemen keamanan pangan harus diawali dengan suatu itikad baik dari pimpinan tertinggi perusahaan dan ditunjukkan juga dengan pembentukan tim khusus yang ditugaskan untuk mengoperasikan kegiatan pengelolaan sistem manajemen keamanan pangan. Pengelolaan Sumber Daya Manajemen sumber daya meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, fasilitas, infrastruktur, informasi, hingga dana. Operasional Manajemen operasional sistem manajemen keamanan pangan menjadi tanggung jawab divisi pabrikasi.

Peningkatan sistem Dimasukkannya sistem manajemen keamanan pangan ke dalam rencana strategis perusahaan akan sangat memungkinkan proses perbaikan dan peningkatan terus dilaksanakan. Utilitas Pabrik Unit penunjang seperti utilitas juga sangat diperlukan untuk menjalankan produksi dengan baik. Beberapa hal yang termasuk di dalam unit utilitas tersebut adalah : a. Steam Steam atau kukus digunakan hampir di semua industri modern yang menggunakan operasi panas.

Air Air dalam pengolahan pangan terdiri dari air pengolahan, air minum, dan air bersih. Listrik Listrik di industri digunakan sebagai sumber energi gerak, beberapa di antaranya sebagai pembangkit panas, dan penerangan. Pemeliharaan mesin dan instrumentasi industri harus terjadwal dengan baik, meliputi beberapa aktivitas sebagai berikut: a. Pembersihan b. Beberapa jalur pemipaan yang harus selalu diinspeksi adalah a. Pipa air,b. Pipa steam,c. Pipa air compressed,d. Manufacturing documents-GMP Education.

Good distribution practices for pharmaceutical products Health Chemical development and GMP manufacturing - Solvias? Good manufacturing practices gmp for pharmaceutical excipients Business.

Establishing a Training Program Documents.

LETECI RAZRED PDF

HACCP Hazard Analysis

Joya Hougan Lestari is a cosmetics company that has been certified. To meet consumer confidence about the quality of the products manufactured by PT. Joya Hougan sustainably. There are many definitions of quality is a rather subjective term but in general meet consumer expectations. This means that the product purchased is in fact similar to those claimed on the label.

BD9883AF DATASHEET PDF

GMP Certificate for Cosmetic

To browse Academia. Skip to main content. By using our site, you agree to our collection of information through the use of cookies. To learn more, view our Privacy Policy.

CODAP 95 PDF

Good Manufacturing Practices (GMP)

.

Related Articles